Sapi Kurban Amanah Bersama
Jual Sapi Kurban Paling Lengkap & Terpercaya

Daily Archives: September 19, 2012

Tata Cara Penyembelihan dan pembagian Daging Kurban Sapi atau hewan lain.

Hewan kurban atau sapi kurban /  kambing disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari raya kurban. Boleh dilakukan penyembelihan sesudahnya di hari-hari yang termasuk hari-hari Tasyrik.Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.

Hal tersebut bisa disimak dari hadist Rasul.Dari al-Barra’ RA Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Idul Adha) adalah kita shalat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.”

Kemudian hadist yang diriwayatkan oleh Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah SAW berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: “Barangsiapa shalat sesuai dengan shalat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia shalat.

Nah kita bisa lihat di dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam. (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah yang kita boleh bergabung dalam berkurban?

Berkaitan dengan hal itu dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi atau kerbau. Karena, sapi kurban berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.

Hal ini kita bisa merujuknya kepada hadist Dari Jabir ra berkata, “Kami menyembelih kurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Tata cara dalam Pembagian Daging Kurban

Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa disunahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.”

Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.

Hal lainnya adalah apakah daging kurban boleh diangkut atau dipindahkan sekalipun ke negara lain? Boleh. Tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Kemudian orang yang melakukan kurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).

Tapi jika merunut pendapat dari  Imam Abu Hanifah bahwa yang berkurban tersebut boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.

Bagaimana Cara Menyembelihnya Hewan kurban? Apakah harus Sendiri?

Jika yang berkurban adalah orang yang pandai menyembelih maka disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Dan Ketika menyembelih disunahkan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ? [sebutkan namanya]). Dengan menyebutkan namanya

Dasar dari doa ketika menyembelih kurban adalah ketika Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, “Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza anni wa’an man lam yudhahhi min ummati” (artinya : Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Sekirannya orang yang berkurban tersebut tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya sapi kurban.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, korbanku, hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.” Seorang sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum? Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan untuk kaum muslimin umumnya.”

Sumber Referensi adalah dari :
1. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi’i, Abu Ishaaq as-Syiraazi
2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd
3. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq

Disampaikan oleh KH Ishomuddin
Sumber tulisan ini sebagian diedit dan disadur dari : NU Online:www.nu.or.id

Silahkan Hubungi Kami :

Silahkan Hubungi Kami :

Statistik Pengunjung