Sapi Kurban Amanah Bersama
Jual Sapi Kurban Paling Lengkap & Terpercaya

Yearly Archives: 2012

Page 3 of 512345

Trend Bisnis Penjualan Sapi Kurban 2013

Trend Bisnis Penjualan Sapi Qurban 2013

Pada Hari Raya Idhul Qurban tinggal beberapa hari lagi. Berkaitan dengan perayaan hari tersebut pastinya akan marak , trend bisnis penjualan / jual sapi qurban meningkat dengan hadirnya para pedagang sapi Qurban atau kambing. Dimana-mana tercium aroma kambing dan sapi Qurban. Makin hari makin tinggi tingkat penjualan sapi Qurban atau kambing Qurban sebelum Hari Raya Idul Adha

 

Jual Sapi Qurban 2013Dan sekarang Trend Bisnis Penjualan Sapi Qurban 2013 jual sapi qurban tidak hanya dilakukan secara off line atau face to face, tetapi perdagangan sapi / kambing qurban dilakukan secara online. Antara pedagang dan pembeli sapi qurban hanya dipertemukan dengan media online. Pedagang sapi qurban memampangkan foto sapi, harga dan no hp sebagai alat media komunikasi . dan deal pembelian pun terjadi saat pedagang  menerima transfer uang seharga sapi yang dibeli oleh pembeli.sangat mudah dan simpel.

 

Dengan mencermati trend bisnis Trend Bisnis Penjualan Sapi Qurban 2013 secara online, tentunya diharapkan pembeli mendapatkan kemudahan. kemudahan untuk memilih sapi qurban yang diinginkan, mendapatkan harga yang pantas dan mendapatkan pelayanan yang baik. Tetapi kehati-hatian  pihak pembeli juga sangat diperlukan, sehingga tidak terjebak dengan iming-iming harga murah tetapi mendapat sapi qurban yang jauh dari layak untuk dijadikan sebagai ibadah persembahan kepada Allah SWT.

 

Trend Penjualan Sapi Qurban Tahun 2013

 

Amanah Bersama sebagai salah satu penyedia sapi qurban telah membuka layanan penjualan sapi kurban online dengan media blog yang sedang anda sekarang. Pastikan anda membeli sapi kurban melalui kami. Dengan pengalaman lebih dari 6 tahun kami sudah memasok sapi untuk kebutuhan hari raya idul fitri. Insyaallah kami akan melayani anda dengan tingkat kepuasan yang tinggi : sapi kualitas nomor satu, harga yang pantas dan pelayanan yang prima.

 

Anda bisa memesan sapi kurban kepada kami dengan bapak Nurhamid HP : 087778888530 Email : amanahbersama99@gmail.com atau melalui facebook  http://www.facebook.com/masnurhamid .

 

Raih kesempurnaan ibadah kurban anda dengan kami : Amanah Bersama : Trend Bisnis Penjualan Sapi Kurban 2012

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban, Pastikan dan yakinkan hewan kurban yang disembelih sudah mati. Setelah itu hewan kurban tesebut diurus atau ditangani mulai dari pengulitan dan pemotongan. Karena hukumnya makruh jika mengurus hewan kurban sebelum nafasnya habis serta aliran darahnya berhenti (Al Jabari, 1994).

Dan secara fisik juga hewan yang sudah disembelih tapi belum mati maka otot-ototnya juga sedang berkontraksi karena stress. Oleh sebab itu andai dipaksakan dikuliti dan Jika dalam kondisi demikian dilakukan pengulitan dan pemotongan, dagingnya akan keras alias tidak empuk.

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban, Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara mengelola daging hewan kurban dari mulai daging, kulit sampai kepala ? Intinya adalah hukumnya sunnah bagi orang yang berkurban untuk memakan daging kurban serta yang terpenting menyedekahkannya kepada yang berhak yaitu orang-orang fakir serta menghadiahkan kepada kaum kerabat, keluargat. Nabi Muhammad SAW bersabda :“Makanlah daging kurban itu, dan berikanlah kepada fakir-miskin, dan simpanlah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, hadits shahih)

 

Dari hadits di atas, maka pengelolaan daging kurban dilakukan menjadi 3 cara :

1.Makanlah

2.Berikanlah kepada fakir miskin

3.Simpanlah.

Tetapi ketentuan ini sifatnya tidak mutlak / wajib, tapi mubah (lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987).

Berdasarkan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang berkurban, disunnahkan untuk ikut memakan daging kurbannya. Boleh pula mengambil seluruhnya untuk dirinya sendiri. Jika diberikan semua kepada fakir-miskin, menurut Imam Al Ghazali, lebih baik. Dianjurkan pula untuk menyimpan untuk diri sendiri, atau untuk keluarga, tetangga, dan teman karib (Al Jabari, 1994; Rifa’i et.al, 1978).

Tetapi lain halnya jika daging kurban tersebut sebagai nadzar, maka wajib diberikan semua kepada fakir-miskin dan yang berkurban diharamkan memakannya, atau menjualnya (Ad Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984)

Tentang kemana daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada fakir dan miskin, maka boleh didistribusikan hingga ke luar desa atau tempat dari tempat penyembelihan (Al Jabari, 1994).

Muncul pertanyaan, apakah boleh membagikan daging kurban kepada yang bukan muslim ? Ibnu Qudamah (mazhab Hambali) dan yang lainnya (Al Hasan dan Abu Tsaur, dan segolongan ulama Hanafiyah) mengatakan boleh. Namun menurut Imam Malik dan Al Laits, lebih utama diberikan kepada muslim (Al Jabari, 1994).

Yang menyembelih tidak boleh diberi upah dari kurban tersebut. Seandainya mau memberi upah, maka hendaklah berasal dari orang yang berkurban dan bukan dari kurban (Abdurrahman, 1990). Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib RA :“…(Rasulullah memerintahkan kepadaku) untuk tidak memberikan kepada penyembelih sesuatu daripadanya (hewan kurban).“ (HR. Bukhari dan Muslim) (Al Jabari, 1994)

Hal yang berbeda jika penyembeliah tersebut masuk kategori orang fakir atau miskin, dia berhak diberi daging kurban. Namun pemberian ini bukan upah karena dia jagal, melainkan sedekah karena dia miskin atau fakir (Al Jabari, 19984).

Hal penting lainnya adalah perihal penjualan kulit hewan kurban adalah haram, demikianlah pendapat jumhur ulama (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352). Dalilnya sabda Nabi SAW :

“Dan janganlah kalian menjual daging hadyu (kurban orang haji) dan daging kurban. Makanlah dan sedekahkanlah dagingnya itu, ambillah manfaat kulitnya, dan jangan kamu menjualnya…” (HR. Ahmad) (Matdawam, 1984).

Sebagian ulama seperti segolongan penganut mazhab Hanafi, Al Hasan, dan Al Auza’i membolehkannya. Tapi pendapat yang lebih kuat, dan berhati-hati (ihtiyath), adalah janganlah orang yang berkurban menjual kulit hewan kurban. Imam Ahmad bin Hambal sampai berkata,”Subhanallah ! Bagaimana harus menjual kulit hewan kurban, padahal ia telah dijadikan sebagai milik Allah ?” (Al Jabari, 1994).

Untuk pemanfaatan kulit hewan dapat dihibahkan atau disedekahkan kepada orang fakir miskin. Dan hukumnya boleh andai orang fakir dan miskin itu menjualnya. Dengan alasan  larangan menjual kulit hewan kurban hanya ditujukan kepada orang yang berkurban. Artinya laranagn ini tidak berlaku kepada orang fakir atau miskin yang diberi sedekah kulit hewan oleh orang yang berkurban. Pemanfaatan lain dari kulit hewan itu bisa untuk kepentingan bersama, seperti untuk dibuat alas duduk atau sajadah atau untuk dibuat  kaligrafi Islami dan lain-lain.

Itulah Cara Mengelola Daging Hewan Kurban yang baik dan benar. Amanah bersama menjual sapi kurban 2012

 

 

Tata Cara Penyembelihan dan pembagian Daging Kurban Sapi atau hewan lain.

Hewan kurban atau sapi kurban /  kambing disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari raya kurban. Boleh dilakukan penyembelihan sesudahnya di hari-hari yang termasuk hari-hari Tasyrik.Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.

Hal tersebut bisa disimak dari hadist Rasul.Dari al-Barra’ RA Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Idul Adha) adalah kita shalat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.”

Kemudian hadist yang diriwayatkan oleh Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah SAW berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: “Barangsiapa shalat sesuai dengan shalat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia shalat.

Nah kita bisa lihat di dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam. (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah yang kita boleh bergabung dalam berkurban?

Berkaitan dengan hal itu dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi atau kerbau. Karena, sapi kurban berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.

Hal ini kita bisa merujuknya kepada hadist Dari Jabir ra berkata, “Kami menyembelih kurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Tata cara dalam Pembagian Daging Kurban

Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa disunahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.”

Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.

Hal lainnya adalah apakah daging kurban boleh diangkut atau dipindahkan sekalipun ke negara lain? Boleh. Tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Kemudian orang yang melakukan kurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).

Tapi jika merunut pendapat dari  Imam Abu Hanifah bahwa yang berkurban tersebut boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.

Bagaimana Cara Menyembelihnya Hewan kurban? Apakah harus Sendiri?

Jika yang berkurban adalah orang yang pandai menyembelih maka disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Dan Ketika menyembelih disunahkan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ? [sebutkan namanya]). Dengan menyebutkan namanya

Dasar dari doa ketika menyembelih kurban adalah ketika Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, “Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza anni wa’an man lam yudhahhi min ummati” (artinya : Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Sekirannya orang yang berkurban tersebut tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya sapi kurban.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, korbanku, hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.” Seorang sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum? Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan untuk kaum muslimin umumnya.”

Sumber Referensi adalah dari :
1. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi’i, Abu Ishaaq as-Syiraazi
2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd
3. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq

Disampaikan oleh KH Ishomuddin
Sumber tulisan ini sebagian diedit dan disadur dari : NU Online:www.nu.or.id

Silahkan Hubungi Kami :

Silahkan Hubungi Kami :

Statistik Pengunjung