Sapi Kurban Amanah Bersama
Jual Sapi Kurban Th 2017 Paling Lengkap & Terpercaya

Jual Sapi Kurban

Page 1 of 41234

Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat

Kali ini penulis memberi bocoran Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat. Karena apa ? karena untuk ibadah kurban kita tidak boleh main-main dan tidak sembarangan . Kita ingin agar hewan kurban kita diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang terbaik yang pernah kita lakukan.

Tentu saja kita selain kita harus ikhlas melakukannya, dari sumber keuangan yang halal, kita juga harus pandai menaksir dan memilih hewan kurban sapi yang sehat dan kokoh agar nilai manfaatnya besar dan pasti ingin hewan kurban kita diterima oleh Allah SWT.Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat

Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat agar berkah

Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat dari penjual sapi kurban

Pastikan  hewan kurban diutamakan sudah diperiksa oleh petugas yang berwenang tidak terjangkit atau ter deteksi penyakit anthrax. Untuk meyakinkan bahwa hewan kurban tersebt sudah diberikan stiker khusus yaitu tanda hewan tersebut sehat dan memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

Selanjutnya adalah melihat ciri-ciri hewan kurban yang sehat yang harus dilakukan dengan teliti. Insayallah dengan kita hati-hati dalam membeli hewan kurban , maka insyaallah ibadah kurban diterima oleh Allah SWT.

Tips yang penulis sampaikan insyaalah bisa dilakukan oleh kita sendiri, tanpa perlu keahlian khusus. Meskipun demikian tidak ada jaminan hewan yang beli adalah hewan yang sehat, karena banyak sekali penyaki hewan yang tidak bisa dilihat dari penampakan luar hewan. Akan lebih aman jika anda didampingi oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.oleh karena itu, sekali lagi pastikan sudah dilabeli oleh petugas yang berwenang.

Demikian pula hewan yang mempunyai tanda-tanda yang saya sebutkan diatas belum tentu tidak bisa digunakan sebagai hewan kurban. Biasanya untuk kasus diare, dan demam ditunggu sampai hewan tersebut kembali sehat baru digunakan sebagai hewan kurban.

Itulah Tips Mendapat Sapi Kurban yang Sehat dan Kuat yang dapat penulis sampaikan. Kami dari “Amanah bersama” menjual Sapi Qurban dengan kualitas terbaik dan harga bersaing.

Salah Kaprah Dalam Ibadah Kurban

Sebagai mana diketahui bersama bahwa ibadah Kurban adalah kegiatan penyembelihan hewan yang dilaksanakan  pada hari raya idul kurban  dan tiga hari kemudian pada tanggal 10-13 Dzulhijah (hari tasyrik) sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ibadah kurban dilakukan bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir miskin, sama halnya pada hari Idul Fitri dimana kaum fakir miskin digembirakan dengan adanya zakat fitrah.

Ibadah Kurban hukumnya adalah sunah bagi yang tidak mampu dan wajib bagi yang mampu. Dalam QS Al-Kautsar 1-2 disebutkan bahwa kurban dianggap “sejajar” dengan sholat. Apabila kita sudah diberi nikmat (mampu) kita diperintahkan untuk berkurban. Selain itu, nadzar untuk berkurban juga bisa menjadikan kurban sebagai wajib walaupun sebenarnya belum bisa dikatakan mampu.

Dalam hal apakah seseorang dikatakan mampu atau tidak adalah menurut hadist berarti umat Islam yang cukup baligh dan berakal. Dan dari segi materi berarti mempunyai penghasilan melebihi nisab sebesar 93,6 gram emas atau sekira Rp 20 juta per tahun atau Rp 1,6 juta per bulan).

Namun dalam perjalannya  kurban telah mengalami banyak pergeseran yang mungkin sudah tidak sesuai dengan tuntunannya.Hal-hal berikutnya yang menjadi dasar pertimbangannya

1.Dilakukannya Pesta Daging Besar-besaran

Fenomena yang terjadi saat ini, kurban bukan untuk menggembirakan fakir miskin, melainkan menjadi pesta daging besar-besaran. Yang jamak terjadi, daging kurban dibagikan kepada semua warga. Tak jarang seorang warga bisa mendapat jatah dobel. Si bapak sebagai shohibul dapat jatah, anaknya yang menjadi panitia mendapat bagian, istrinya yang membantu memasak juga dapat bagian. Belum lagi rumah mereka yang ada di perbatasan sehingga dapat jatah dari kelurahan A dan kelurahan B.

Padahal, dalam QS Al-Hajj 28 disebutkan dengan sangat jelas, “Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” Kalau seluruh warga adalah fakir miskin, tidak masalah. Namun kalau tidak, tentu ini sudah menyalahi firman.

Dalam suatu hadist, disebutkan bahwa shohibul kurban berhak mendapat 1/3 bagian. Namun, karena kurban adalah soal keikhlasan dan shohibul kurban sehari-harinya (dianggap) sudah terbiasa makan daging, maka alangkah baiknya bila seluruh daging kurban diserahkan saja kepada fakir miskin.

2.Panitia Mendapat Bagian daging kurban

Seperti sudah ditulis di atas, QS Al-Hajj 28 menyatakan bahwa orang yang berhak memakan daging kurban hanya fakir miskin dan orang yang berkurban. Panitia tidak mendapat hak atas daging kurban. Bandingkan dengan zakat. Dalam QS At-Taubah 60 disebutkan bahwa pengurus zakat berhak mendapat bagian.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.”

Karenanya, alangkah lebih baik bila panitia, penyembelih, dan pengurus yang terlibat dalam kegiatan tersebut tidak meminta bayaran karena semua merupakan hak fakir miskin. Bagian panitia bisa saja diambilkan dari bagian shohibul, tetapi dengan ijin. Atau, saweran saja di antara para shohibul untuk memberi “uang lelah” kepada panitia.

Kurban Atas Nama

Seringkali kita melihat kurban yang dilakukan dengan mengatasnamakan anak, istri, atau orang tua. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengatasnamakan kurban untuk anak atau istri—-asalkan mereka mampu.

Lagipula, berkaca pada cerita Nabi Ibrahim, kerjasama antara beliau, istrinya, dan Ismail, menunjukkan bahwa kurban bukan ibadah “sendirian.” Apabila dilakukan dengan ikhlas dan benar, insya Allah semua anggota keluarga juga ikut mendapatkan pahala.

Bagaimana dengan orang tua? Apabila orang tua belum mampu, maka anak harus “memampukan” orang tua, dengan cara memberikan sebesar nisab plus zakat. Kalau orang tua sudah meninggal, maka kurban hanya bisa dilakukan bila orang tua semasa hidupnya memang mampu dan berpesan (wasiat) untuk berkurban.

Kulit Dijual Lagi

Tak jarang panitia menjual kulit hewan kurban untuk kas masjid. Tentu saja hal ini tidak boleh dilakukan, karena hewan kurban adalah hak fakir miskin. Hal yang boleh dilakukan adalah menjual kembali kulit hewan kurban, lalu diserahkan kepada fakir miskin dalam bentuk uang atau dibelikan daging.

Ada juga panitia yang menjual kulit hewan kurban, menyimpan uangnya, lalu dibelikan hewan kurban lagi pada tahun yang akan datang. Hal ini tidak bisa dianggap “sah” karena telah melewati batas waktu yang ditentukan. Analoginya mirip dengan memberikan zakat fitrah sesudah sholat Ied atau menjalankan sholat ashar pada waktu masuk isya’.

Latihan dan Arisan Kurban

Di sekolah-sekolah, para guru dan murid biasanya mengumpulkan iuran (misal Rp 20 ribu per orang) untuk dibelikan kurban. Ada yang kemudian dimasak dan dimakan bersama, namun ada pula yang dibagikan kepada fakir miskin. Alasannya biasanya klasik: agar murid berlatih kurban.

Sebenarnya, ada yang kurang pas disini. Tuntunan kurban sudah jelas, bahwa satu ekor kambing untuk satu orang. Namun, agar daging yang diperoleh bisa lebih banyak, kurban sapi bisa dibagi untuk 7 orang dan unta bisa untuk 10 orang—-bukan iuran Rp 20 ribu lalu sama-sama dibelikan kambing atau sapi.

Ada kalanya di suatu instansi dilakukan kurban dengan cara arisan. Walaupun agak nyeleneh, cara ini boleh saja dilakukan, asalkan para anggota arisan sudah masuk kategori mampu.

Hitungan dan Penerima Kurban

Orang sering mengartikan misalkan seseorang berkurban lima ekor sapi, maka satu ekor dihitung sebagai kurban dan empat sisanya merupakan shodaqoh. Tentu saja hal ini tidak benar, karena dasar hukum kurban adalah keikhlasan—-tidak seperti zakat yang sudah ditentukan besarannya dan bila sisa akan dihitung sebagai shodaqoh.

Selain itu, ada juga sebagian yang menganggap bahwa daging kurban hanya untuk umat Islam. Hal ini jelas salah besar, karena peruntukkan daging kurban adalah untuk fakir miskin—-tanpa membedakan muslim dan non muslim. Menurut saya, justru dengan memberikan daging kurban kepada mereka yang non muslim akan menjadi salah satu selling point (syi’ar) agama.

Shohibul kurban memang berhak menunjuk penerima kurban, namun tentu saja harus memenuhi kriteria miskin dan sengsara.

Saran dan Himbauan

Kurban sejatinya merupakan ujian keikhlasan kita, jadi jangan berusaha untuk “bermain” atau “mengakali” ibadah kurban kalau tidak berani menanggung dosanya. Sebagaimana tertulis dalam QS Al-Anfal 28 dan At-Taghaabun 15, harta hanyalah cobaan buat kita. Ibrahim saja ikhlas diminta anaknya, masa kita hanya diminta sedikit harta saja sudah ribut nggak karuan?

Walaupun daging kurban boleh diambil oleh shohibul kurban sebagian, namun alangkah lebih baik bila diikhlaskan saja seluruhnya untuk fakir miskin. Selain itu, sangat memalukan bila shohibul kurban “nggondeli” untuk mendapatkan bagian daging kurban tertentu—-apalagi bila sampai terjadi saling rebut dan “cakar-cakaran.” Nabi Ibrahim saja mengikhlaskan seluruh bagian tubuh Ismail, masa kita nggak?

Lebih dari itu, kisah nabi Ibrahim sebenarnya juga mengajarkan kita akan keluarga yang sakinah. Ibrahim mendapat ujian dari Allah SWT, namun mau berkomunikasi dan meminta pendapat dengan anak dan istrinya. Di sisi lain, anak dan istrinya menghormati dan mendukung keputusan ayahnya, sehingga terjalin sinergi yang apik dalam keluarga tersebut.

Model keluarga Ibrahim inilah yang seharusnya kita contoh. Keikhlasan menjadi laying foundation dalam kehidupan berkeluarga. Anak menghormati orang tua, sementara orang tua juga menghormati anaknya. Orang tua mendidik anak dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang, sementara anak mendengarkan dan mematuhi nasehat orang tua di jalan Allah SWT.

Sapi Kurban Amanah Bersama , Insyaallah siap menyediakan Jual Sapi Kurban yang sesuai dengan syariah

Pantauan Harga Sapi Kurban 2017

Pantauan Harga Jual Sapi Kurban 2017. Penjualan sapi kurban selalu menarik untuk dicermati . Berdasarkan dari pantauan amanah bersama, harga hewan kurban sapi kemungkinan naik dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekurangan pakan ternak yang dialami oleh para peternak yang diakibatkan oleh kekeringan yang panjang. Selain itu karena tingkat permintaan yang tinggi menjelang hari  raya idul kurban 2016 dan kenaikan BBM di tahun lalu.

jual sapi kurban 2017

jual sapi kurban 2017

Memang, Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya maka harga jual hewan kurban  sapi tahun 2017 naik sedikit dibandingkan tahun lalu . sebagai contoh jika yang biasanya per ekor harga sapi 16 juta tahun lalu, untuk tahun 2017 ini sedikit mengalami kenaikan menjadi 18 juta per ekornya .

Seiring dengan itu perang harga mulai dilancarkan oleh para pedagang sapi kurban besar mupun kecil . Salah satu triknya adalah dengan memberi potongan harga jika membeli lebih dari 1 ekor . Ada juga yang memberi pelayanan layaknya seperti di showroom mobil . Pedagang ini merekrut SPG agar bisa menarik pembeli untuk membeli hewan sapi kurban di tempatnya. Salah satu trik yang jarang dilakukan oleh para pedagang sapi kurban. Pembeli sebenarnya diuntungkan dengan adanya persaingan antara pedagang  sapi kurban. Karena pembeli bisa memilih hewan kurban sapi sesuai dengan kemampuan finansial pembeli tetapi dengan mendapat kualitas nomor satu.

Namun demikian berkaitan dengan idul adha, harga jual sapi kurban 2017 tetap saja naik dan para pedagang mendapatkan keuntungan yang berlipat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Silahkan Hubungi Kami :

Silahkan Hubungi Kami :

Statistik Pengunjung