Sapi Kurban Amanah Bersama
Jual Sapi Kurban Th 2017 Paling Lengkap & Terpercaya
Page 5 of 7« First...34567

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban, Pastikan dan yakinkan hewan kurban yang disembelih sudah mati. Setelah itu hewan kurban tesebut diurus atau ditangani mulai dari pengulitan dan pemotongan. Karena hukumnya makruh jika mengurus hewan kurban sebelum nafasnya habis serta aliran darahnya berhenti (Al Jabari, 1994).

Dan secara fisik juga hewan yang sudah disembelih tapi belum mati maka otot-ototnya juga sedang berkontraksi karena stress. Oleh sebab itu andai dipaksakan dikuliti dan Jika dalam kondisi demikian dilakukan pengulitan dan pemotongan, dagingnya akan keras alias tidak empuk.

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban

Cara Mengelola Daging Hewan Kurban, Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara mengelola daging hewan kurban dari mulai daging, kulit sampai kepala ? Intinya adalah hukumnya sunnah bagi orang yang berkurban untuk memakan daging kurban serta yang terpenting menyedekahkannya kepada yang berhak yaitu orang-orang fakir serta menghadiahkan kepada kaum kerabat, keluargat. Nabi Muhammad SAW bersabda :“Makanlah daging kurban itu, dan berikanlah kepada fakir-miskin, dan simpanlah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, hadits shahih)

 

Dari hadits di atas, maka pengelolaan daging kurban dilakukan menjadi 3 cara :

1.Makanlah

2.Berikanlah kepada fakir miskin

3.Simpanlah.

Tetapi ketentuan ini sifatnya tidak mutlak / wajib, tapi mubah (lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987).

Berdasarkan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang berkurban, disunnahkan untuk ikut memakan daging kurbannya. Boleh pula mengambil seluruhnya untuk dirinya sendiri. Jika diberikan semua kepada fakir-miskin, menurut Imam Al Ghazali, lebih baik. Dianjurkan pula untuk menyimpan untuk diri sendiri, atau untuk keluarga, tetangga, dan teman karib (Al Jabari, 1994; Rifa’i et.al, 1978).

Tetapi lain halnya jika daging kurban tersebut sebagai nadzar, maka wajib diberikan semua kepada fakir-miskin dan yang berkurban diharamkan memakannya, atau menjualnya (Ad Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984)

Tentang kemana daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada fakir dan miskin, maka boleh didistribusikan hingga ke luar desa atau tempat dari tempat penyembelihan (Al Jabari, 1994).

Muncul pertanyaan, apakah boleh membagikan daging kurban kepada yang bukan muslim ? Ibnu Qudamah (mazhab Hambali) dan yang lainnya (Al Hasan dan Abu Tsaur, dan segolongan ulama Hanafiyah) mengatakan boleh. Namun menurut Imam Malik dan Al Laits, lebih utama diberikan kepada muslim (Al Jabari, 1994).

Yang menyembelih tidak boleh diberi upah dari kurban tersebut. Seandainya mau memberi upah, maka hendaklah berasal dari orang yang berkurban dan bukan dari kurban (Abdurrahman, 1990). Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib RA :“…(Rasulullah memerintahkan kepadaku) untuk tidak memberikan kepada penyembelih sesuatu daripadanya (hewan kurban).“ (HR. Bukhari dan Muslim) (Al Jabari, 1994)

Hal yang berbeda jika penyembeliah tersebut masuk kategori orang fakir atau miskin, dia berhak diberi daging kurban. Namun pemberian ini bukan upah karena dia jagal, melainkan sedekah karena dia miskin atau fakir (Al Jabari, 19984).

Hal penting lainnya adalah perihal penjualan kulit hewan kurban adalah haram, demikianlah pendapat jumhur ulama (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352). Dalilnya sabda Nabi SAW :

“Dan janganlah kalian menjual daging hadyu (kurban orang haji) dan daging kurban. Makanlah dan sedekahkanlah dagingnya itu, ambillah manfaat kulitnya, dan jangan kamu menjualnya…” (HR. Ahmad) (Matdawam, 1984).

Sebagian ulama seperti segolongan penganut mazhab Hanafi, Al Hasan, dan Al Auza’i membolehkannya. Tapi pendapat yang lebih kuat, dan berhati-hati (ihtiyath), adalah janganlah orang yang berkurban menjual kulit hewan kurban. Imam Ahmad bin Hambal sampai berkata,”Subhanallah ! Bagaimana harus menjual kulit hewan kurban, padahal ia telah dijadikan sebagai milik Allah ?” (Al Jabari, 1994).

Untuk pemanfaatan kulit hewan dapat dihibahkan atau disedekahkan kepada orang fakir miskin. Dan hukumnya boleh andai orang fakir dan miskin itu menjualnya. Dengan alasan  larangan menjual kulit hewan kurban hanya ditujukan kepada orang yang berkurban. Artinya laranagn ini tidak berlaku kepada orang fakir atau miskin yang diberi sedekah kulit hewan oleh orang yang berkurban. Pemanfaatan lain dari kulit hewan itu bisa untuk kepentingan bersama, seperti untuk dibuat alas duduk atau sajadah atau untuk dibuat  kaligrafi Islami dan lain-lain.

Itulah Cara Mengelola Daging Hewan Kurban yang baik dan benar. Amanah bersama menjual sapi kurban 2012

 

 

Tata Cara Penyembelihan dan pembagian Daging Kurban Sapi atau hewan lain.

Hewan kurban atau sapi kurban /  kambing disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari raya kurban. Boleh dilakukan penyembelihan sesudahnya di hari-hari yang termasuk hari-hari Tasyrik.Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.

Hal tersebut bisa disimak dari hadist Rasul.Dari al-Barra’ RA Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Idul Adha) adalah kita shalat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.”

Kemudian hadist yang diriwayatkan oleh Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah SAW berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: “Barangsiapa shalat sesuai dengan shalat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia shalat.

Nah kita bisa lihat di dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam. (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah yang kita boleh bergabung dalam berkurban?

Berkaitan dengan hal itu dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi atau kerbau. Karena, sapi kurban berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.

Hal ini kita bisa merujuknya kepada hadist Dari Jabir ra berkata, “Kami menyembelih kurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Tata cara dalam Pembagian Daging Kurban

Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa disunahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.”

Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.

Hal lainnya adalah apakah daging kurban boleh diangkut atau dipindahkan sekalipun ke negara lain? Boleh. Tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Kemudian orang yang melakukan kurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).

Tapi jika merunut pendapat dari  Imam Abu Hanifah bahwa yang berkurban tersebut boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.

Bagaimana Cara Menyembelihnya Hewan kurban? Apakah harus Sendiri?

Jika yang berkurban adalah orang yang pandai menyembelih maka disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Dan Ketika menyembelih disunahkan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ? [sebutkan namanya]). Dengan menyebutkan namanya

Dasar dari doa ketika menyembelih kurban adalah ketika Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, “Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza anni wa’an man lam yudhahhi min ummati” (artinya : Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Sekirannya orang yang berkurban tersebut tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya sapi kurban.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, korbanku, hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.” Seorang sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum? Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan untuk kaum muslimin umumnya.”

Sumber Referensi adalah dari :
1. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi’i, Abu Ishaaq as-Syiraazi
2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd
3. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq

Disampaikan oleh KH Ishomuddin
Sumber tulisan ini sebagian diedit dan disadur dari : NU Online:www.nu.or.id

Keutamaan Sapi Kurban Idul Adha dan Hikmah yang Bisa diambil

Betapa besarnya keutamaan dari ibadah melaksanakan kurban .dan hikmah dari kurban ini. Maha suci Allah yang telah menurunkan perintah menjalanakan  ibadah kurban ini.Oleh karena itu kita yuk kita  menyimak keutamaan dan hikmah kurban pada hari kurban dan hari tasrik tersebut:

a. Setiap helai bulu hewan kurban atau kambing yang mengandung kebaikan

Subhanallah. Dari setiap helainya saja kita sudah mendapat kebaikan. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]. Oleh karena itu maka jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih kebaikan melalui ibadah kurban ini.

Pusat Jual Sapi Kurban 2012

Pusat Jual Sapi Kurban 2012

b. Ciri keislaman seseorang

Kiranya kita perlu menyimak hadis rasulullah yang keras ini.Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]. Disamping kebaikannya yang luar biasa, ternyata ada anacaman yang keras dari Nabi jika seseorang yang mampu tetapi tidak melaksanakan kurban

c.Sapi Kurban atau kambing adalah Salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Sungguh yang berkurban sangat dicintai oleh Allah.Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib].

Semoga kita mendapatkan pahala yang begitu besar dari keikhlasan kita melaksanakan ibadah kurban.

d. Menggembirakan kaum dhuafa yang berarati berkurban juga membawa misi kepedulian pada sesama

Sama halnya seperti idul fitri yang berbagi makan pokok beras yang menggembirakan para kaum dhuafa. Kala ini kita berbagai kebahagiaan dengan daging sapi kurban

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

e. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

f. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

Sungguh berkurban adalah salah satu syiar islam. Oleh karena itu bagi yang mampu lakukan lah dengan yang terbaik.“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

g. Sebagai alat untuk mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

Menyembelih sapi kurban berkaitan sangat erat degan sejarah kenabian Nabi Ibrahim . Bagaimana kecintaan seorang hamba kepada Allah dengan mengorbankan kecintaan kepada anaknya dan kepatuhan anak kepada baapaknya

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

Demikianlah Keutamaan Kurban Idul Adha dan Hikmah yang Bisa diambil. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala Larangannya. amien

Amanah bersama melaksanakan Jual Sapi Kurban tahun 2012 dengan layanan memuaskan.

Silahkan Hubungi Kami :

Silahkan Hubungi Kami :

Statistik Pengunjung